Sabtu, 28 Januari 2012


     PERKEMBANGAN ILMU
 Animisme 

   Pada hakekatnya kita sebagai makhluk Tuhan mempunyai tugas, dimana tugas itu menuntut kita agar mampu menghadapi segala masalah-masalah yang sering kita jumpai dalam kehidupan kita sehari-hari. Manusia primitif, ketika mendengar petir dan melihat kilat yang menyambar-nyambar yang diikuti dengan hujan deras atau banjir, mereka bingung apa yang sebenarnya sedang terjadi di alam ini dan sampai kapankah semua ini akan berakhir. Antropologi dan sejarah menjelaskan bahwa manusia primitif (manusia pertama sekali) beranggapan bahwa kejadian-kejadian seperti itu adalah perbuatan dari sang dewa-dewa hantu, setan  dan berbagai makhluk halus lainnya. Mitologi kuno sangat sarat dengan berbagai macam-macam dewa dan dewi, disini mereka mempunyai peranan yang sangat penting dalam kehidupan mereka sebagai manusia primitif dan keadaan yang bersifat gaib ini belum sepenuhnya musnah di era kita sekarang, bahkan hal itu terjadi pada segelincir golongan-golongan tertentu (beradab). Bukan hal yang aneh jika orang-orang modern sekarang ini percaya akan hantu, iblis naik kuda dan berbagai makhluk halus lainnya untuk menerangkan suatu kejadian yang belum mampu untuk di tafsirkan.

Ilmu Empiris
   proses ini dapat dibagi kedalam dua tahap perkembangan yang saling berkaitan
(1) tingkat empiris
(2) tingkat penjelasan.
Pengalaman, kiranya jelas bahwa tolak ukur dari suatu ilmu yang paling mendasar itu adalah pengalaman, apakah itu gempa, tanah longsor atau gunung meletus. Ilmu dimulai dengan suatu observasi, dimana observasi itu kemudian ditambahkan dengan observasi-observasi lain baik yang serupa maupun tidak, yang pada akhirnya disusun dalam rangka menghasilkan suatu sistem prinsip-prinsip yang tersusun yang akan menerangkan tentang terjadinya atau tidak terjadinya pengalaman. Sedangkan tujuan ilmu itu sendiri adalah memperoleh dan bmensistematiskan pengetahuan tentang gejala yang kita alami.
 Klasifikasi, memasukkan obyek atau gejala kedalam salah satu dari kelas-kelas yang berbeda. Demikian juga, maka apa pun sama saja  dan manusia dapat diklasifikasikan sebagai tinggi, sedang dan pendek, jika kita memang setuju kepada batas-batas dari klasifikasi tersebut.
Kuantifikasi, Sesugguhnya, makin maju suatu ilmu maka semangkin besar pula kebutuhan pencacahan pengalaman dan melangkah ke arah suatu pengukuran yang lebih teliti.
Penemuan Hubungan-Hubungan Banyak dari hubungan yang ditemukan merupakan sesuatu yang tak lebih dari hubungan yang didasarkan pada kenyataan bahwa gejala tersebut muncul secara bersamaan.
Perkiraan Kebenaran Konsep, Tidaklah puas bagi mereka yang memandang ilmu sebagai sesuatu yang absolut dan mereka tidak akan pernah bisa menghargai bahwa apa-apa yang telah dilakukan oleh ilmu hanyalah memberikan kita pengertian yang lebih dalam.

Ilmu Teoritis
Dialah puncak dari ilmu, dimana ilmu ini sebagai langkah untuk meramalkan dan menentukan cara untuk dapat mengontrol aktivitas-aktivitas agar hasil yang didapat sesuai dengan apa yang diharapkan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar